Ajari aku cinta...

Janji bertemu sahabat kampusku di Blok M kali ini, mengantarkan aku pada sebuah acara pagelaran seni dalam rangka penggalangan dana bencana yang tengah terjadi dinegri ini, Yups!! Jogja dan Jawa tengah. Acara diadakan dikawasan GOR Bulungan, tepatnya di warung apresiasi yang biasa mereka sebut dengan WaPress. Bertahun – tahun aku melewati daerah ini dalam perjalananku ke rumah, namun terus terang saja aku baru tahu tempat ini.

Aku duduk manis bersebelahan dengan sahabatku dan tamu undangan lainnya. Tua muda anak - anak, laki – laki wanita, bergaya funky regee tradisional agamis natural modernis, berambut lurus ikal gondrong hingga gimbal, seniman jalanan artis ibukota eksekutif muda , bahkan Menpora, Menpan dan aku rakyat biasa!! Dalam ruangan berasitektur sederhana bergaya betawi, dijamu makanan khas Jakarta yang berselera, kami berada dalam ruang yang sama, dan aku berusaha menikmati suasananya.

Kalau boleh jujur, sebenarnya tidak ada yang menarik dalam keglamouran acara ini. Kecuali satu hal! Yupz! Dia adalah cinta yang dibawa dalam langkah setiap orang yang menghadirinya. Cinta yang tergambar dalam tatapan – tatapan simpati, cinta yang terulur dalam keringanan tangan berderma, cinta yang meninggi dalam bait – bait syair puisi dibawakan, cinta yang tulus dalam lagu disenandungkan. Disini, cinta tersucikan maknanya. Ia menyentuh kalbu setiap insan dengan beragam latar belakang, membuka benteng perbedaan dalam berbagai peradaban, menghadirkan sucinya fitrah jiwa manusia.
----------------------------
Saat itu tepat hari lahirku. Beberapa anak putri datang menghampiri. “Assalamualaikum... mbak ari..mbak ari..”panggil mereka laksana koor paduan suara. “Wa’alaikumsalam..”jawabku sambil mempersilahkan mereka masuk ke halaman belakang rumah. Malu – malu, saling menyodorkan ke teman yang lain, dan akhirnya dengan suara khas salah seorang dari mereka berkata ”Mbak ari selamat ulang tahun ya..” sambil menyodorkan sebentuk kado bersampul biru lengkap dengan bunga cantik menghiasinya. “Alhamdulillah..terimakasih ya..wah kalian kog sampai ingat ulang tahun mbak ari..”jawabku sumringah bahagia. “Mbak, buka dong hadiahnya” celetuk satu diantaranya. Surprised..!!! Subhanallah ternyata sebuah coklat favoritku plus dengan tulisan tangan dalam doa diatas sobekan kertas yang telah usang. Mmmm... what a beautiful day!!! Kusuguhkan segelas energen coklat yang hangat untuk mereka. Perlahan mereka meminumnya.. lalu menikmati kebersamaan ini dalam obrolan khas anak – anak. Dan aku tak henti mencuri pandang wajah mereka. Sekedar menikmati wajah – wajah polos berhati fitrah.

Mereka yang belum mengenal duka dunia. Mereka yang menyegarkan jiwa letihku bermasalah. Mereka yang memberi cintanya meski sederhana. Mereka yang menegurku tanpa menyisakan goresan. Mereka yang mengajarkan tanpa bersuara. Mereka yang mengingatkan aku dengan keagungan cinta milik Allah Maha Kuasa.Semua ayat – ayat Qauniy-Nya ini mengajarkan aku tentang cinta. Cinta sebenar. Cinta yang selalu membahagiakan. Cinta yang selalu memuliakan pecintanya. Cinta yang selalu menyalakan api kebaikan. Sungguh, inilah Cinta yang dilakukan karena Allah dan digerakkan oleh Allah..

Berikanlah cinta pada siapapun dimanapun kapanpun apapun, meski dengan orang yang mendzolimi, meski ditempat tersembunyi, meski saat hati sedih sempit tersakiti, meski dengan setitik kebaikan tapi ikhlas hati. Percayalah, dengan ini akan membuat hati kita tenang dan bahagia. La Tahzan! Allahu ma’ana...
Share on Google Plus

About Ari Asri

Assalamu'alaikum.. Saya adalah ibu rumah tangga dan wirausaha. Salam kenal semua..
Post a Comment