In Memoriam Of Budi Luhur

Ukhuwwah menjadi pilar utama dalam dakwah, menjadi penegak hati yang goyah, bagaikan air pelepas dahaga kita. Dakwah adalah seni dan bersabar dalam dakwah adalah jihad, begitulah kata petuah dari seorang ulama. Dakwah diibaratkan dengan seni, karena dalam seni bergabung berbagai macam perbedaan yang kesemuanya itu menjadikan indahnya sebuah dakwah. Setiap sisi perbedaan unsur – unsur penegaknya menjadikan dakwah itu semakin menjadi indah dan meriah, namun kesemuanya itu diperlukan berlapis – lapis kesabaran yang tiada ujungnya. Karena tanpa kesabaran tak kan mungkin mata ini bisa memandang perbedaan – perbedaan itu sebagai sebuah seni yang menyenangkan untuk dinikmati dan dirasakan. Iya khan?..

Layaklah bila sang ulama mengatakan bahwa dakwah adalah seni, karena memang dalam dakwah akan bertemu manusia – manusia yang berbeda suku, sikap, sifat dan lain sebagainya. Semuanya itu menjadi pekerjaan besar bagi para da’I dan da’iyahnya untuk menyatukan visi dan misi dakwahnya agar dakwah ini seiring sejalan dengan nilai – nilai keimanan dan keislaman. Kesemuanya itu tentulah butuh perjuangan dari kita semua untuk bersama – sama bahu membahu menyesuaikan diri kita dengan unsur – unsur Illahiyyah. Karena ketika kita sudah mulai mengedepankan unsur – unsur Illahiyyah dalam diri kita masing – masing maka Insya Allah, Allah-lah yang akan menyatukan hati – hati kita.

Subhanallah sungguh nikmatnya bersaudara…, Ada yang mengingatkan, ada yang memperhatikan, segala macam kepenatan aktifitaspun seakan sirna kala melihat wajah teduh saudara – saudara kita, kata – kata lembut tegurannya, kalimat – kalimat yang selalu mengingatkan kita pada kekasih sejati Allah Azza Wa Jalla.

Percayalah. Engkau tak akan pernah merasakan indahnya bersaudara dengan teman – teman yang sefikroh dengan kita jika engkau belum terpisahkan dari mereka.
Saudaraku.. mari lupakan segala silang sengketa diantara kita. Tidak ada manusia yang sempurna, tapi bukan berarti kita melepaskan diri dari perjuangan menuju kesempurnaan. Bertaubat dan meminta maaf pada saudara kita adalah jalan awal yang menghantarkan kita pada tangga Unkhuwwah Islamiyyah. Dewasalah menghadapi segala perbedaan ini, Insya Allah Allah akan selalu menyertai perjuangan kita. Amiin.

Ciputat, 10 Mei 2002
--------------------------------------------

I wrote 5 years ago. And I’d just had graduate from Budi Luhur University. My responsibility in LDK Budi Luhur, took me for always keep in touch with my bro & sist. When I wrote this, in the campus it had been argueing. Hmm, classical problem. Yupz, it was ukhuwwah. Young soul, spiritfull, perfect idealism mixed in one organization. I wrote this while I’m waiting for a copied in the copy center.
Now, I miss all. My sist, my brother, my campus and Al-Falaah Mosque.. Hmm, I love u all because of Allah.

(Ude bener belom grammernye? Ya, kalu salah2 dikit maap deh. Maklum, keturunan arab, lahir di Paris, besar di Kairo, kerja di Tokyo. Tapi boong deng. Hehe)
Share on Google Plus

About Ari Asri

Assalamu'alaikum.. Saya adalah ibu rumah tangga dan wirausaha. Salam kenal semua..
Post a Comment